Breaking News

Home / Sport

Rabu, 11 Februari 2026 - 01:50 WIB

Bukan Soal Trofi, Ini Soal Hati: Saat Pemain Memilih Manchester United di Titik Terendah

Jateng24.com – Manchester United mungkin baru saja melewati musim terburuknya dengan finis di peringkat ke-15 Liga Premier. Namun anehnya, justru di momen inilah terlihat satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang: kesetiaan dan pilihan hati para pemain.

Beberapa nama besar memilih datang ke Old Trafford bukan karena jaminan gelar, melainkan karena keyakinan dan cinta pada klub.

Selebrasi : Mboemo selebrasi ke arah pendukung Manchester united setelah mencetak gol

Bryan Mbeumo menjadi contoh nyata. Penyerang Brentford itu rela menunggu lama di tengah tarik-ulur biaya transfer antara klubnya dan Manchester United. Padahal, mantan pelatihnya Thomas Frank—yang kini menukangi Tottenham—tertarik membawanya. Bahkan Chelsea sempat masuk di menit-menit terakhir. Namun Mbeumo bergeming. Satu tujuan, satu pilihan: Manchester United.

Hal serupa terjadi pada Benjamin Šeško. Banyak klub besar mengincarnya, tetapi ketika mendengar ketertarikan dari Manchester United, ia memilih menahan diri. Ia menunggu dengan sabar, bahkan sempat tak percaya ketertarikan itu nyata, hingga akhirnya kepindahan tersebut benar-benar terjadi.

Sementara itu, Matheus Cunha mengambil sikap paling tegas. Ia menutup pintu untuk klub lain dengan pernyataan yang menggema di bursa transfer:

“Manchester United adalah klub hidup saya, atau saya akan tetap di Wolves.”
Tak ada abu-abu. Hanya merah.

Kisah menarik juga datang dari Senne Lammens. Awalnya, ia antusias saat mendengar minat Aston Villa, berharap bisa tampil di Liga Primer jika Emiliano Martínez hengkang ke United. Namun segalanya berubah ketika agennya menyampaikan fakta mengejutkan: Manchester United menginginkannya sebagai kiper utama.
Tanpa ragu, Lammens langsung meminta semua negosiasi dengan Villa dihentikan.

Pilihan-pilihan ini menunjukkan satu hal penting: ketika pemain datang karena cinta, bukan sekadar proyek, permainan mereka akan berbeda.
Di saat Manchester United terpuruk, mereka tetap dipilih. Dan dari situlah harapan baru bisa tumbuh. (tb)

Baca juga  Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat

Share :

Baca Juga

Sport

Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat

Sport

Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah

Sport

Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah

Sport

Dua Oknum Polisi di Riau Dicopot usai Marahi Korban Pemerkosaan